kenapa kamu harus lanjut?… jujur aku gatau! aku cuma bisa ngomongin diriku sendiri. tapi ini yang aku tau: gak ada orang yang bisa sampai jauh dengan nyerah. mungkin kamu cuma lupa isi bensin. santai, ini sedikit bensin biar kamu bisa jalan lagi.
ada banyak kemuliaan di BERUSAHA KERAS dan PEDULI BANGET. kalaupun gagal, kamu bisa bilang kamu udah beneran nyoba, dan kamu tau kamu nyoba KERAS. lalu kamu sadar kamu bisa terus nyoba. hasilnya muncul hampir acak, tepat setelah masa panjang penuh ragu sama diri sendiri, dan suatu hari semuanya mulai jalan. nol, nol, nol, terus semuanya datang sekaligus.
inget gak waktu kamu masih anak kecil yang mimpi jadi orang besar? kita semua pernah jadi anak itu. bahkan orang yang sekarang udah sukses dengan segala cara yang dulu dia mimpiin, sampai nyubit pipinya sendiri buat mastiin ini bukan mimpi. bertahun-tahun orang itu mikir “ini bakal berhasil gak ya, aku udah cukup keras belum, aku cukup peduli gak, kenapa AKU?”
jadi kenapa gak KAMU. di luar sana ada orang dengan otak setengahnya (alias dua kali lebih bodoh) yang udah berhasil. KENAPA GAK KAMU.
aku pernah nulis soal pertanyaan Venat di Endwalker: “has the journey been good? has it been worthwhile?” pertanyaan itu gak pura-pura bilang jalannya gak sakit. dia cuma nanya, apa perjalanannya tetap sepadan. dan jawaban gamenya kurang lebih forge ahead. bukan karena gelapnya hilang, tapi karena selalu ada satu langkah lagi, satu fajar lagi.
aku sering mikirin itu pas pengen berhenti. pertanyaannya bukan “aku menang gak”. tapi “aku udah jalan gak, dan aku peduli gak selama jalan”. hampir tiap hari jawaban jujurnya iya, dan itu cukup buat ambil langkah berikutnya.
jadi lanjut aja
NIKMATI PERJALANANNYA. NIKMATI LUL-NYA. tetap penasaran, berusaha keras, peduli banget. suatu saat kamu bakal sampai di tempat yang kamu tuju, dan di situ kamu sadar gak ada tempat buat berhenti. yang ada cuma jalan lagi, dengan sang malaikat maut masa lalu ngejar di belakang. semoga beruntung ya, bro.
